Besar Pasak daripada Tiang | Uang Kartal

Besar Pasak daripada Tiang

by Januari 03, 2016 0 komentar


“Besar pasak daripada tiang” ternyata bukan sekedar peribahasa. Kejadian tersebut nyata dan terjadi di sekitar kita. Pendapatan berapa, belanjanya lebih dari itu. Akui saja, Anda punya utang, saya punya utang, bahkan negara pun memiliki utang. Ketika tiang lebih besar dari pasak, tak ada masalah. Sebaliknya, ketika tiang lebih kecil dari pasak, pendapatan lebih kecil dari belanja, apa yang terjadi? Harus kita temukan bagaimana untuk membiayai selisihnya.

Seorang PNS, memutuskan membeli sebuah rumah kecil mungil, sederhana sekali dengan mengajukan utang ke bank. Mengapa hal itu dilakukan? Kita abaikan alasan personalnya, alasan matematisnya adalah pendapatannya lebih kecil dari harga rumah yang dibelinya. Yah, memang begitulah kesejahteraan PNS negeri ini meskipun mereka sebearnya masih lebih sejahtera dibanding rakyat jelata.

Balik lagi ke bahasan rumah PNS yang dibeli secara utang. Ketika membandingkan harga rumah dengan gaji PNS, tentunya berkali-kali lipat. Akan tetapi, PNS muda tersebut berani membelinya karena mekanisme cicilan. Dia akan membayar sesuai perjanjian tiap bulannya, sampai sekian tahun, biasanya hingga 15-20 tahun untuk pelunasan. Saya menyebut ini sebagai cost allocation. Harga rumah yang  mahal banget, dibagi menjadi nominal yang dibayarkan secara bulanan. Nah, nominal cicilan ini lah yang dibandingkan dengan gajinya sebagai PNS. Ketika gajinya lebih besar dibanding dengan beban cicilan dan beban hidup bulanan, dia memutuskan membeli rumah kecil mungilnya.

Dalam skala yang lebih besar, ketika pemerintah memutuskan untuk melakukan belanja, dengan pendapatan yang lebih kecil, muncullah pembiayaan. Dalam APBN, istilah tersebut disebut pembiayaan akibat defisit anggaran. Salah satu bentuk pembiayaan yang paling umum adalah utang. Sebagaimana utangnya PNS, utang negara juga mempertimbangkan berbagai kriteria. Negara akan berutang ketika pendapatan pada APBN lebih kecil dari belanjanya. Dan, ketika cost allocation yang ditanggung tiap tahunnya tidak lebih besar dari pendapatannya.

Yah, walaupun besar pasak dari pada tiang, asal ada kecil pun pada. . . . .

0 komentar :

Posting Komentar