Hadza Min Fadhli Robby (Ini adalah Anugerah Tuhanku) | Uang Kartal

Hadza Min Fadhli Robby (Ini adalah Anugerah Tuhanku)

by Januari 13, 2016 0 komentar

Mungkin sebagian dari kita pernah melihat atau membaca walau sekilas kalimat di atas. Biasanya khoth (kaligrafi) arab tersebut terlukis indah di mobil-mobil dan rumah-rumah mewah nan megah, sehingga terkesan bahwa hanya sesuatu yang bagus atau mewah saja yang boleh dibilang sebagai anugerah, apalagi belum pernah saya temui khoth indah tersebut dilukis di dinding gerobak atau di gubuk sederhana, apalagi pada sepeda ontel.

Apakah kita manusia sudah terlalu picik atau memang definisi dari angerah itu sendiri yang sudah sedemikian terdistorsi sehingga hanya hal-hal yang bisa membuat orang lain berdecak kagum saja yang dilabeli anugerah. Bukankah banyak hal-hal kecil yang apabila mereka tidak ada, kita tidak akan bisa menikmati hidup. Ambil contoh saja (maaf) kolor. Coba bayangkan seandainya ia tidak melekat di tubuh kita, apakah kita masih bisa melenggang bebas di tengah keramaian, atau kita malah bangga dengan tidak memakainya? Kalau begitu, bukankah kolor juga salah satu anugerah Tuhan? Sudah sepatutnyalah kita berucap syukur atas kolor yang kita miliki.

Di era material abundance ini, kebanyakan orang memiliki apa yang mereka butuhkan: pekerjaan, tempat tinggal, kendaraan, gadget, dan gelar-gelar akademis. Tetapi, kita seperti bingung memakainya. Jalan-jalan menjadi macet, sambungan telepon dan listrik sering terputus, kredit rumah dan kendaraan yang tinggi, atau semakin bergelar semakin kesulitan mendapat pekerjaan. Pun demikian dengan temuan-temuan ilmiah kesehatan dan pengobatan. Ancaman terhadap suatu penyakit telah bisa diatasi, tetapi selalu saja muncul kasus-kasus baru. Selamat datang di era progress paradox: hidup semakin baik tetapi tuntutan-tuntan terhadapnya juga semakin besar. Maka tidak sedikit orang yang menggunakan cara-cara ilegal dalam beradaptasi di era ini.

Saya jadi berpikir, apakah ucapan syukur “Alhamdulillah” juga meluncur dari mulut seseorang yang baru saja menerima uang, mobil, rumah, atau barang lain dari hasil korupsi atau sogokan? Sebab ia merasa menerima anugerah materi yang bisa dibanggakan dan dipamerkan kepada orang lain. Jika iya, berarti hasil sogokan atau korupsi itu ia yakini sebagai rahmat. Jika tidak, berarti ia meyakini bahwa uang tersebut bukan uang halal. Tetapi apakah lalu ia mau mengucapkan istighfar?

Ah, apalah guna memikirkan hal tersebut, toh uang hasil korupsi tersebut juga tidak akan mampir kepada saya. Kalaupun ia salah alamat dan tanpa sengaja berbelok ke pintu rumah, saya juga tak akan mau menerimanya, karena bingung harus berucap hamdalah atau istighfar. Tetapi yang pasti, saya akan selalu belajar mensyukuri setiap hal kecil yang saya miliki.

elhamds

Author

missing link

0 komentar :

Posting Komentar