Liburan, Ah Buang-buang Duit! | Uang Kartal

Liburan, Ah Buang-buang Duit!

by Januari 11, 2016 0 komentar
Bukit Arjuna, Pulau Sangiang

Sekarang ini lagi musim namanya open trip, private trip, solo trip, backpaker-an atau apapun itu namanya. Banyak yang suka naik gunung, gara-gara abis nonton film yang dulu sempet booming, "5 cm". Banyak juga yang suka nge-trip ke pantai-pantai sambil snorkeling sambil foto-foto underwater, terus upload ke sosmed biar dapat love banyak. Mungkin di balik love di sosmed, ada love tersembunyi di dasar hatinya. Apapun alasan di balik pergi ke tempat wisata, pergi liburan itu banyak manfaatnya loh, selain buat menghilangkan penat dari kerasnya ibukota ataupun pekerjaan yang tak pernah ada habisnya, liburan itu juga bisa buat majuin perekonomian di wilayah pariwisata itu sendiri.

Kalo kita pergi ke pantai, kita bantu warga sekitar meningkatkan perekonomiannya, dari mulai kapal laut buat menyeberang ke pulau-pulau, pesan catering makanan dari mereka, beli souvenir-souvenir kreasi warga sekitar. Tentu aja hal itu jadi stimulus perekonomian di wilayah pariwisata itu.

Ada orang yang gak bijak-bijak banget mengatakan, “Kalo datang ke tempat yang baru, lo harus beli barang di situ sob, itung-itung sebagai tanda lo pernah ke sana dan bantu warganya.” Setelah dipikir-pikir, hal itu ada benarnya. Kita terbantu dengan adanya orang berjualan di sekitar tempat wisata, terbantu juga dengan jasa-jasanya.

Setelah melihat perekonomian dari sisi warga sekitar tempat wisata, sekarang saatnya melihat  perekonomian dari sisi kocek pribadi. Sebelum pergi liburan, lebih baik direncanakan terlebih dahulu tanggal keberangkatannya dan dibuat itinerary-nya, sehingga bisa menekan biaya transport maupun biaya-biaya lainnya. Lakukan survey kecil-kecilan dengan orang yang sudah pernah pergi ke destinasi wisata yang dituju sebagai perbandingan untuk persiapan budget liburan.

Untuk dapat menekan biaya, pergi liburan rame-rame bisa jadi alternatif. Selain kita punya quality time, tentunya terdapat sharing cost, dimana semakin banyak kuantitas manusia yang pergi, biaya pun semakin murah. Perketat juga pengeluaran, jangan terlalu banyak mengeluarkan pengeluaran yang tidak ada dalam rencana. Hal ini sungguh berbahaya, lebih berbahaya jikalau liburan di tanggal tua, nanti pulang liburan bukannya bahagia tetapi malah meratapi mau makan apa.

Pergi liburan itu penting, biar ga gampang sinting. Dengan pergi ke alam bebas, kita dapat melihat keagungan-Nya, menikmati ciptaan keindahan yang tak ternilai. KIta juga harus selalu menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata yang dikunjungi. Bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki dan juga belajar untuk tidak angkuh dengan segala sesuatu yang sudah dicapai, karena semua itu hanyalah titipan-Nya. A good laugh and a long run are the two best cures for anything.


So, kapan kita kemana?

Revianda Deslianto Darma

Author

Daydreamer. Futsal Enthusiast. Sleepy head.

0 komentar :

Posting Komentar