Membaca APBN 2016: Apanya yang Beda? | Uang Kartal

Membaca APBN 2016: Apanya yang Beda?

by Januari 05, 2016 0 komentar
APBN (Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara) 2016 sudah disahkan oleh DPR tanggal 30 Oktober 2015, itu artinya sejak kembang api menghiasi langit sebagai tanda pergantian tahun, berlaku juga APBN 2016 yang disusun seratus persen sesuai dengan kehendak pemerintahan Jokowi. Kenapa saya katakan begitu, pada tahun anggaran 2015, proses penyusunan APBN dilakukan pada masa pemerintahan SBY sehingga Jokowi hanya bisa merubah sebagian kecilnya melalui APBN-P 2015. Nah, pada APBN 2016  pada sisi belanja yang telah  mencapai 2.095,7 T ini,  katanya sudah sesuai dengan program Nawacita yang didengung-dengungkan Jokowi mulai dari masa kampanyenya. Konon kabarnya begitu banyak perubahan yang terjadi dari postur belanja APBN-APBN sebelumnya. Lalu apa saja perubahan menonjol pada APBN 2016? 

Anggaran kesehatan sebesar 5% dari belanja negara 
Pasal 171 ayat (1) Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan mengamanatkan besaran anggaran kesehatan pemerintah dialokasikan minimal sebesar 5% (lima persen) dari anggaran pendapatan dan belanja negara di luar gaji. Sejak diundangkan pada tanggal 13 Oktober 2009 sampai tahun anggaran 2015 kemarin, amanat undang-undang tersebut belum pernah terpenuhi. Sampai pada tahun anggaran 2015, anggaran untuk kesehatan hanya sebesar 3,9% yaitu sebesar Rp 74,3 T. Tahun ini, anggaran tersebut naik signifikan sebesar 43% menjadi Rp 106,1 T sekaligus memenuhi amanat undang-undang sebesar 5%. 

Percepatan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan infrastruktur 
Bisa dilihat dan dibaca panjang lebar dari tulisannya bro wawan disini bahwa sejak Pak Jokowi memimpin terlihat sekali bahwa besaran anggaran untuk infrastruktur meningkat sangat tajam. Melalui APBN-P 2015 saja, anggaran infrastruktur yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian/Lembaga lainnya yang mendapat APBN meningkat hampir 100 Trilyun dari APBN 2015 yang hanya 191,3 T menjadi 290,3 T. Pada tahun 2016 ini, pemerintah menganggarkan 8% dari anggaran belanja atau setara dengan 313,5 T untuk anggaran belanja infrastruktur. Dana infrastruktur yang besar ini didapat dari pengurangan subsidi yang dilakukan semenjak APBN-P 2015. Berikut perbandingan besaran subsidi energi, anggaran infrastruktur dan anggaran kesehatan yang besarannya sudah diuraikan pada poin sebelumnya. 

Selain itu, APBN 2016 juga mempertajam alokasi PMN (Penyertaan Modal Negara) melalui peningkatan peran BUMN dan penyediaan dukungan untuk pembangunan infrastruktur.

Alokasi dana transfer ke daerah yang semakin besar
Postur transfer ke daerah dan dana desa dibuat menjadi semakin rinci dengan dibedakannya Dana Transfer Khusus untuk fisik dan nonfisik. Berikut perbedaan postur transfer ke daerah dan dana desa tersebut.


Alokasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa dalam APBN 2016 sebesar Rp 770,2 T selesih 13,9 T dari belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 784, 1 T. Sesuai dengan roadmap Dana Desa 2015-2019, anggaran Dana Desa dialokasikan 6% yaitu sebesar Rp 47 T. Ilustrasi peningkatan transfer ke daerah dan dana desa 2005-2016.
 
Menjaga kesejahteraan aparatur negara: THR dan gaji 13
Lupakan tetangga sebelah saya yang katanya tunjangannya dipotong gegara penerimaan pajak tahun 2015 tidak sesuai target, meskipun menurut saya angka diatas 1.000 T itu sangat luar biasa ditengah pasar yang lesu dan pesimistis dari berbagai pihak. Poin ini terdengar semacam angin sejuk bagi ambtenaar macam saya ini. Sependek pengetahuan saya, THR bagi aparatur negara sudah dihapuskan sejak beberapa tahun lalu, namun dalam APBN 2016 ini katanya akan muncul kembali, terdengar menyenangkan bukan?

Beberapa poin di atas tersebut merupakan beberapa hal baru pada APBN 2016. Benar-benar baru atau hanya pencitraan saja silakan dinilai masing-masing, setidaknya poin-poin di atas diakui sebagai sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Gimana, masih pesimis dengan arah pemerintahan yang baru? atau masih penasaran dengan APBN 2016, jangan sungkan-sungkan buat melirik sebentar ke http://www.kemenkeu.go.id/APBN2016, Infografisnya bagus dan informatif. Tabik. *seruput kopi

0 komentar :

Posting Komentar