Spending Review, Seberapa Pentingkah? | Uang Kartal

Spending Review, Seberapa Pentingkah?

by Januari 25, 2016 0 komentar
Sumber: www.merdeka.com
Spending review, tentu itu istilah yang asing bagi banyak orang. Wajar saja, karena kegiatan reviu ini baru dilaksanakan pada tahun 2013. Terus apa bedanya dengan Public Expenditure Review yang diterbitkan Bank Dunia? Fokus utama Spending Review adalah untuk efisiensi anggaran, berbeda dengan Public Expenditure Review yang lebih condong untuk menganalisis kebijakan makro.

Spending Review merupakan reviu atas belanja pemerintah Pusat (APBN) dari segi value for money penggunaannya, meliputi efektivitas, efisiensi dan ekonomis. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan? Karena alokasi belanja Indonesia yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan APBN-P tahun 2014 dan 2015, belanja Negara sebesar Rp1.770,56 T dan Rp1.984,15 T. Pada APBN tahun 2016 pun juga mengalami kenaikan sebesar Rp137,15 T.

Melihat data di atas, apakah kenaikan belanja negara sudah mengalokasikan anggarannya dengan tepat? Hal ini menggelitik Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBn) melakukan spending review untuk mereviu pengeluaran belanja negara sebagai masukan pada trilateral meeting untuk penyusunan APBN tahun berikutnya. Spending Review  ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu reviu alokasi dan reviu efisiensi.

Reviu alokasi dilihat dari pengalokasian anggaran yang difokuskan pada tiga hal, yaitu inefisiensi, duplikasi dan einmalig. Sementara reviu efisiensi dilihat dari efisiensi kinerja unit-unit pemerintah dalam penggunaan belanjanya. Inefisiensi paling sering terjadi karena adanya komponen-komponen yang  tidak relevan, belanja barang yang melebihi standar biaya dan sebagainya. Hal ini tidak dapat langsung diperbaiki oleh KPPN, karena sudah tertuang di dalam APBN sehingga spending review-lah yang membantu menjembatani permasalahan ini

Pada tahun 2013, hasil spending review adalah sebesar Rp72 T dengan inefisiensi sebesar Rp40T. Dengan angka sebesar itu, tentu diharapkan ruang fiskal APBN dapat menjadi lebih luas sehingga peran pemerintah dapat terlihat untuk dapat menyediakan jasa layanan publik yang lebih baik, meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih merata serta kesehatan yang adil bagi seluruh rakyatnya.


Indonesia Jaya!!!

Revianda Deslianto Darma

Author

Daydreamer. Futsal Enthusiast. Sleepy head.

0 komentar :

Posting Komentar