Antara BI Rate, Inflasi, dan IHSG (bagian ketiga) | Uang Kartal

Antara BI Rate, Inflasi, dan IHSG (bagian ketiga)

by Maret 18, 2016 0 komentar

Dalam kaitannya dengan investasi, pada saat suku bunga dinaikkan, orang akan lebih memilih memasukkan dananya ke deposito yang memberikan bunga lebih tinggi dengan tingkat risiko yang kecil. Akibatnya instrumen saham dan obligasi dijual sehingga menyebabkan harga saham dan obligasi menjadi turun. Sebaliknya pada saat suku bunga diturunkan, investor akan mencari alternatif yang memberikan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan deposito yaitu saham dan obligasi. Akibatnya terjadi permintaan yang besar pada saham dan obligasi yang menyebabkan harga saham dan obligasi menjadi naik.


Gambar grafik pengaruh BI rate terhadap IHSG di atas penulis ambil dari salah satu kontributor pada media Kontan, Bapak Rudiyanto. Dalam grafik tersebut terlihat bahwa BI rate berhubungan terbalik dengan IHSG. Sehingga hal yang harus dipahami oleh investor adalah bahwa kenaikan BI rate dan Inflasi akan berdampak negatif bagi investasi dan sebaliknya penurunan BI rate dan inflasi akan berdampak positif terhadap investasi. 

Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat juga bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja saham bukan hanya terkait dengan BI Rate dan Inflasi saja. Masih banyak hal lain yang berpengaruh seperti kondisi fundamental dan aliran dana asing. Terkait dana asing, sampai dengan saat ini jumlah investor asing yang tercatat di bursa efek Indonesia yaitu sebanyak 65% dari total investor yang tercatat. Oleh karena masih banyaknya pemain asing (investor asing) yang menanamkan dananya di Indonesia, menyebabkan aliran dana asing (inflow dan outflow) akan sangat mempengaruhi pergerakan harga saham (IHSG) dan obligasi, sehingga kondisi pasar modal di Indonesia masih sangat sensitif terhadap kondisi global.

0 komentar :

Posting Komentar