Belajar Dari Tax Amnesty | Uang Kartal

Belajar Dari Tax Amnesty

by September 23, 2016 0 komentar

Tax Amnesty



Setiap kebijakan perpajakan tidak akan lepas dari tujuan peningkatan penerimaan perpajakan, begitu pula tax amnesty. Menteri Keuangan RI menyatakan bahwa semangat tax amnesty adalah repatriasi aset. Aset-aset pembayar pajak yang diinvestasikan di luar negeri diharapkan dapat pulang kampung agar dapat meningkatkan investasi dalam negeri dan akhirnya meningkatkan pendapatan para pelaku bisnis. Selanjutnya, kenaikan pendapatan tersebut menyebabkan kenaikan pembayaran pajak yang harus mereka bayarkan. Skenario lain, andaikan pembayar pajak hanya melakukan deklarasi, bukan repatriasi, peningkatan penerimaan juga dapat diupayakan dari pengenaan pajak terhadap hasil dari aset yang dilaporkan tersebut.

Meskipun terlihat menjanjikan dan banyak dilakukan oleh berbagai negara, tax amnesty tidak selamanya menghasilkan apa yang diinginkan. Banyak penelitian yang dilakukan yang menyimpulkan bahwa banyak faktor yang dapat menyebabkan tax amnesty dapat berhasil atau tidak berhasil. Sebagai contoh, penelitian tentang tax amnesty di Rusia yang dilakukan Martinez-Vazquez, dan Wallace (2009) menghasilkan simpulan bahwa tax amnesty tidak menghasilkan banyak dampak pada penerimaan. Mereka bahwa menyarankan kepada negara berkembang untuk tidak mengambil kebijakan tersebut. Akan tetapi, terlepas dari dampaknya pada penerimaan secara langsung, tax amnesty seharusnya memberi kesempatan bagi pemerintah untuk belajar.

Selain dapat membawa dana investasi yang besar ke dalam negeri, tax amnesty ini juga membuka berbagai macam kecurangan yang dilakukan oleh pembayar pajak yang tidak jujur. Data kecurangan ini seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pelajaran pemerintah, khususnya DJP. Data kecurangan harus mampu diterjemahkan untuk dapat menjadi menjadi masukan dalam pengambilan keputusan. Kecurangan diklasifikasikan untuk melihat jenis kecurangan apa yang sering terjadi dan bagaimana proses terjadinya. Selanjutnya, perlu diambil kebijakan untuk mengurangi terjadinya kecurangan yang sama. Klasifikasi berdasarkan wilayah juga dapat dilakukan sebagai salah satu masukan dalam menyusun susunan penempatan pegawai agar penempatan pegawai menjadi lebih tepat sasaran, sesuai dengan karakteristik wilayah yang ada. Tax amnesty seharusnya memberi pelajaran bagaimana pemerintah perlu memberdayakan sumber dayanya untuk mengurangi kecurangan sekaligus menjaga amanat dan kepercayaan dari pembayar pajak yang jujur.

Selanjutnya, data kesalahan tersebut juga seharusnya dapat membuka mata pemerintah, khususnya DJP dan DJBC tentang apa yang telah mereka lewatkan selama ini. Tax amnesty memberi data kecurangan yang seharusnya tidak terjadi jika instansi perpajakan melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebagaimana fraud tidak akan terjadi tanpa adanya opportunity, kecurangan pembayar pajak tidak akan terjadi jika tidak ada kesempatan.


Kebijakan telah dikeluarkan, saatnya mengambil pelajaran dan menyiapkan kebijakan yang lain untuk menatap masa depan. Perbaikan harus segera dilakukan, tidak hanya oleh instansi perpajakan, tetapi oleh segenap unsur pemerintahan. Peningkatan penegakan hukum jelas harus dilakukan. Pemanfaatan Automatic Exchange of Information harus dilakukan sebaik mungkin. Dan yang tidak kalah penting, pelajaran tidak hanya ada untuk diambil, tetapi untuk benar-benar dimanfaatkan. Jangan sampai kita mengharap perubahan hasil tanpa adanya upaya untuk mengubah usaha kita.

elhamds

Author

missing link

0 komentar :

Posting Komentar